Protes Pembunuhan George Floyd Meluas ke London dan Denmark

Senin, 1 Juni 2020 13:20

Warga yang melakukan protes atas pembunuhan George Floyd-- Eduardo Munoz/Reuters

FAJAR.CO.ID, LONDON — Unjuk rasa membela George Floyd yang tewas di tangan polisi makin meluas hingga ke luar Amerika Serikat (AS).

Demonstrasi yang sudah berujung penjarahan dan aksi brutal di AS, pasca kematian seorang laki-laki berkulit hitam ketika ditahan polisi, telah menyita perhatian dunia.

Aksi pengutukan terhadap sikap rasis itulah yang akhirnya juga menggerakkan warga London.

Ribuan warga berkumpul di pusat kota London, Minggu (31/5), menyampaikan dukungan bagi demonstran di Amerika.

Mereka ikut meneriakkan kata “no justice, no peace!” sambil melambai-lambaikan poster bertuliskan “berapa banyak lagi,” di Trafalgar Square.

Dalam keadaan seperti itu, jangan ditanya lagi soal aturan protokol kesehatan terkait pencegahan corona.

Para demonstran di London itu kemudian bergerak ke depan Kedutaan Besar Amerika, yang sudah dikelilingi petugas keamanan.

Aksi serupa juga berlangsung di Denmark. Demonstran mengelilingi Kedutaan Besar Amerika di Kopenhagen dengan membawa poster bertuliskan “Hentikan Pembunuhan Warga Kulit Hitam.”

Kedutaan Besar Amerika di Berlin juga menjadi lokasi demonstrasi “Justice for George Flyod” atau “Keadilan Bagi George Floyd.”

George Floyd meninggal di Minneapolis pada Senin (25/5), setelah seorang polisi kulit putih menekan leher Floyd dengan lututnya hingga tewas.

Derek Chauvin (44 tahun), sang polisi pun didakwa melanggar pasal pembunuhan tingkat ketiga dan pembunuhan tidak terencana tingkat dua. (reuters/jpnn/fajar)

Komentar