WHO Larang Klorokuin untuk Covid-19, Legislator PAN: Kenapa di Indonesia Masih dipakai?

Senin, 1 Juni 2020 15:12

Anggota DPR RI, Ashabul Kahfi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi mempertanyakan alasan Pemerintah yang masih menggunakan obat Klorokuin dalam pengobatan pasien Covid-19. Padahal WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) telah mengeluarkan larangan penggunaan obat tersebut.

“Saya meminta Pemerintah memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik, mengapa hingga saat ini masih menggunakan Klorokuin dalam pengobatan Covid-19? Padahal sejak 25 Mei, WHO telah menghentikan penggunaan obat tersebut,” kata legislator Fraksi PAN ini.

WHO memutuskan untuk melarang penggunaan klorokuin berdasarkan laporan jurnal The Lancet yang menyebut bahwa obat tersebut berisiko mengakibatkan masalah jantung hingga kematian pada pasien virus corona, Senin (25/5).

Klarifikasi ini penting, kata Kahfi, agar hal ini tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi, bahkan dapat menimbulkan keresahan di kalangan pasien Covid-19 dan keluarganya.

“Jika Kemenkes memang telah melakukan uji klinis obat itu, dan memperoleh kesimpulan berbeda dengan WHO, sampaikan saja ke publik. Poin terpenting, jangan bermain-main dengan nyawa pasien, sebab tugas negara dalam konstitusi adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” tegas legislator Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan 1 ini.

“Setahu saya, hingga saat ini, baik Kemenkes maupun Gugus Covid-19 belum memberikan klarifikasi soal ini,” tambah Kahfi.

Respon terkait putusan WHO, hanya disampaikan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) melalui surat imbauan, Kamis (28/5). Dalam surat imbauan tersebut, PDPI meminta anggotanya yang terlibat Solidarity Trial untuk mematuhi anjuran WHO menunda penggunaan hidroksiklorokuin kepada pasien COVID-19.

Komentar