2 Pendaki Gunung Awu Tak Tahu Arah Pulang, Malah Telepon Istri di Rumah

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MANADO - Hermanto Mahonis (32) dan Randy Mandalurang (16) mendapat pengalaman hidup tak terlupakan. Saat menjajal Gunung Awu, Manado, dia tersesat dan tak tahu arah pulang.

Senin, (1/6/2020) sekitar pukul 04.30 Wita. Dua pria warga Desa Mala, Tahuna melakukan pendakian di gunung tersebut, dengan misi membuat jalur program Majelis Tua-tua kampung (MTK).

Setelah itu, kedua pendaki itu pun hendak pulang saat akan menuruni gunung tersebut. Lama mencari, sekitar pukul 19.00 Wita mereka kebingungan. Gemerlap malam tak berhasil temukan jalan pulang.

Meski tersesat, untungnya masih ada jaringan seluler di ponsel mereka. Tetapi bukan petugas yang ditelepon agar mereka bisa keluar dari hutan gunung terjal tersebut. Salah satu dari mereka malah telepon istri.

Bukan untuk basa-basi, tapi dia menelepon istrinya untuk meminta bantuan kepada warga sekitar dan pihak Basarnas Manado. Kedua pendaki itu pun mengirimkan titik koordinat, tempat ia berdiri agar petugas penyelamat bisa segera menemukan mereka dengan cepat.

"Korban telepon istrinya. Tim Rescue Pos SAR Tahuna langsung menuju lokasi titik koordinat yang diberikan korban. Tak berselang lama setelah petugas terjun ke lokasi, kedua korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat," kata Kepala Basarnas Manado, Suhri Sinaga, Selasa (2/6/2020).

Kedua pendaki itu ditemukan pada hari, pukul 03.45 Wita. Setelah itu, keduanya pun dikawal lalu diserahkan ke pihak keluarga masing-masing.

"Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang turut membantu dalam proses pencarian, hingga korban bisa ditemukan. Dengan begitu, operasi SAR kondisi yang membahayakan jiwa manusia," tutup Sinaga. (ishak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan