AS Makin Mencekam, 16 Negara Bagian Mengerahkan Tentara Cadangan

Warga menaiki skuter listrik di samping kendaraan yang hancur di tengah kerusuhan di Washington, AS, 1 Juni 2020. Foto: ANTARA FOTO/REUTERS / Jim Bourg/aww

FAJAR.CO.ID – Sejumlah negara bagian di Midwest, Amerika Serikat, memperpanjang aturan jam malam hingga Senin (1/6) pagi waktu setempat.

Langkah ini dilakukan menyikapi meluasnya aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, warga kulit hitam yang tewas karena disiksa anggota kepolisian.

Di kawasan Midwest AS, yang menjadi wilayah kerja KJRI Chicago, jam malam diberlakukan di kota-kota seperti Chicago (Illinois), Indianapolis (Indiana), Louisville (Kentucky), Detroit (Michigan), Minneapolis dan St. Paul (Minnesota), Kansas City (Missouri), Cincinnati, Cleveland, Columbus, Dayton, dan Toledo (Ohio) serta Milwaukee dan Madison (Wisconsin).

“Sementara khusus Kota Chicago, pusat distrik bisnis dan area downtown Loop ditutup pemerintah kota dan hanya dapat diakses pemilik bisnis dan warga yang tinggal di kawasan tersebut. Sedangkan di Minnesota, aparat menutup seluruh akses jalan tol,” menurut keterangan KJRI Chicago melalui rilisnya, Senin.

Selain itu, 16 negara bagian juga telah mengaktifkan tentara cadangan Garda Nasional untuk membantu menjaga keamanan.

Termasuk enam negara bagian yang temasuk wilayah kerja KJRI Chicago, yaitu Illinois, Indiana, Kentucky, Minnesota, Ohio, South Dakota, dan Wisconsin. Sisanya adalah negara bagian Colorado, Georgia, North Carolina, Pennsylvania, South Carolina, Tennessee, Texas, Utah, dan Washington.

Aksi protes terus berlanjut pada Minggu (31/5) hingga Senin dini hari di beberapa kota di Midwest, khususnya di Chicago, Minneapolis dan St. Paul, meskipun telah diberlakukan perintah jam malam.

Komentar

Loading...