Fadli Zon: yang Ketakutan Pasti Paranoid dan Antidemokrasi

Selasa, 2 Juni 2020 15:56

Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon menuturkan bahwa membicarakan pemakzulan merupakan hal lumrah di negara yang menganut paham demokrasi.

Karena itu, dia menegaskan, tidak perlu takut untuk membicarakan pemakzulan.

Hal ini dikatakan Fadli di akun Twitter @fadlizon, Selasa (2/6), merespons dugaan teror terhadap panitia dan narasumber diskusi ‘Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’.

Diskusi yang rencananya digelar Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, itu batal.

“Knp harus takut membicarakan pemakzulan, itu hal lumrah saja dlm demokrasi,” twit ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen itu.

Menurut Fadli, yang ketakutan pasti orang yang tidak percaya diri, paranoid dan antidemokrasi.

“Yg ketakutan pasti yg tak percaya diri, paranoid n anti-demokrasi,” twit mantan wakil ketua DPR itu.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengatakan, banyak syarat yang harus dipenuhi untuk memakzulkan presiden.

Hal itu diungkapkannya saat berbicara dalam diskusi virtual bertema ‘Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19’, Senin (1/6).

Din pun mengutip pemikir politik Islam, Al Mawardi soal syarat-syarat yang harus terpenuhi sebelum pemimpin dimakzulkan.

Pertama, ketiadaan keadilan. Jika seorang pemimpin sudah tidak berlaku adil, maka wajar jika dilawan.

Bagikan berita ini:
4
8
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar