Salat Jumat Dua Gelombang, JK: Ada Fatwa MUI DKI Jakarta Tahun 2001

Jusuf Kalla

FAJAR.CO.ID -- Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengeluarkan edaran panduan beribadah di masjid selama pandemi virus Corona atau Covid-19. Salah satunya terkait pelaksanaan Sholat Jumat. Dalam surat edaran bernomor 104/PP-DMI/A/V/2020 tentang Edaran ke-III dan Jemaah dalam The New Normal, tercantum dalam point 8 huruf b : Bagi daerah-daerah padat penduduk, dilaksanakan salat Jumat 2 (dua) gelombang.

Ketua DMI, M Jusuf Kalla (JK) menjelaskan terkait surat edaran tersebut mengacu pada Fatwa Majelis Ulama (MUI) DKI Jakarta tahun 2001 yang membolehkan salat jumat dibagi 2 gelombang apabila adanya keterbatasan tempat.

Lebih lanjut, JK menjelaskan, karena adanya ketentuan jaga jarak minimal 1 meter di era pandemic Covid-19 ini maka daya tampung majid menurun menjadi hanya 40 persen dari kapasitas sebenarnya. Oleh karena itu DMI menyarankan untuk daerah yang padat penduduk agar dapat membagi waktu sholat jumat menjadi 2 gelombang.

“Untuk salat Jumat, karena ada ketentuan jaga jarak minimum 1 meter, berarti daya tampung masjid maksimum 40 persen dari kapasitas biasa. Akibatnya ialah banyak jamaah tidak tertampung, karena itu kita menganjurkan untuk salat jumat 2 gelombang. Itu sesuai dengan fatwa MUI DKI tahun 2001,” terang JK.

Terkait adanya Fatwa MUI pusat tahun 2000 yang menyatakan salat Jumat dua gelombang tidak sah, JK menjelaskan itu konteksnya adalah fatwa untuk kawasan Industri. Sementara Fatwa MUI DKI Jakarta tahun 2001 konteksnya apabila kekurangan tempat.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...