Dibantu Minyak Iran, Nicolas Maduro Tak Sabar Kunjungi Teheran

Presiden Venezuela Nicolas Maduro -- reuters

FAJAR.CO.ID, VENEZUELA -- Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan niatnya melakukan kunjungan resmi ke Iran untuk menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama, termasuk yang terkait dengan energi dan pertahanan.

"Saya berkewajiban untuk secara pribadi berterima kasih kepada orang-orang Iran," kata Maduro dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah, lapor Reuters.

Maduro juga menyatakan di Twitter: “Saya akan segera pergi ke Iran setelah kondisi epidemiologis memungkinkan kami untuk berpartisipasi dalam komite pemerintah tingkat tinggi Iran-Venezuela, untuk menandatangani perjanjian dan dokumen tentang kerja sama di bidang energi, keuangan, militer, pertanian, teknologi, dan ilmiah, serta di bidang perawatan kesehatan," kata Maduro dilansir iranian, Rabu, 3 Juni.

Langkah ini dilakukan di tengah hubungan yang berkembang antara kedua negara, keduanya terkena sanksi yang diberlakukan AS dengan Iran yang kini telah mengirim lima kapal tanker bahan bakar yang menyediakan bensin yang sangat dibutuhkan. Menurut PressTV, kapal tanker kelima dan terakhir di armada telah memasuki perairan teritorial Venezuela dan telah dikawal oleh militer Venezuela.

Dalam sebuah wawancara dengan Al-Mayadeen, pemimpin Venezuela itu juga memuji peran Hizbullah yang didukung Iran di Libanon. Dia mengatakan yakin bahwa gerakan itu, yang memiliki kehadiran mapan di negara Amerika Selatan, siap untuk membela Venezuela jika memang demikian. Pada April, dilaporkan bahwa Maduro menunjuk mantan wakil presiden Tareck El Aissami, yang dituduh sebagai pendukung Hezbollah, menteri perminyakan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...