Pelaksanaan Salat di Masjid, Ini Imbauan Ketua DMI Bone

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BONE — Pimpinan Dewan Masjid Indonesia (DMI) menerbitkan surat edaran yang menyerukan pembukaan kembali masjid untuk pelaksanaan salat wajib lima waktu dan salat Jumat.

Surat edaran itu diterbitkan untuk menindaklanjuti SE Menteri Agama No SE 15/2020 dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 14/2020. Surat tersebut ditandatangani Ketua Umum DMI Jusuf Kalla dan Sekretaris Jenderal, Imam Adduruqutni.

Ketua DMI Kabupaten Bone, Ambo Dalle mengatakan, di Bone untuk pembukaan kembali masjid sekaitan pelaksanaan salat lima waktu dan salat Jumat masih akan dibahas terlebih dahulu bersama Forkopimda dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Sekarang kita sedang mempersiapkan salat lima waktu di masjid dan salat Jumat dengan memperketat dulu protokol kesehatannya,” katanya saat ditemui di kantornya Rabu (3/6/2020).

Maksud protokol kesehatan itu kata dia, masjid harus selalu disemprot disinfektan, sediakan tempat cuci tangan, bawa sajadah sendiri dari rumah, selalu pakai masker, dan terutama jaga jarak.

Meski belum sepenuhnya ada penyampaian kepada masyarakat Wakil Bupati Bone itu mengakui, telah banyak yang melaksanakan salat di masjid. Itu pun tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Namun, masyarakat harus memahami kondisi sekarang agar memperhatikan protokol kesehatan. “Karena yang ditakutkan jangan sampai ada penularan di masjid,” tuturnya.

Selain itu, pengurus masjid perlu mendata para jemaahnya dalam mengantisipasi penularan Covid-19 di masjid. “Pengurus masjid harus mencatat nama, alamat dan harus mengetahui jemaahnya apakah ada yang dari luar daerah,” sebutnya. Kalau lagi sakit, jemaah jangan ke masjid. Sebaiknya di rumah saja. Ini untuk menyayangi diri, keluarga dan orang lain,” jelasnya. (agung/fajar)

  • Bagikan