Di Kamar Mandi, Hendri Dikagetkan Anak Buaya

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID,PADANG -- Hendri (55), warga Kompleks Pemda Limau Manis, Kelurahan Koto Luar, Kecamatan Pauh, Kota Padang dikejutkan dengan keberadaan seekor anak buaya di rumahnya, Rabu (4/6) sekitar pukul 07.00 WIB.

Anak buaya tersebut kemudian dievakuasi oleh petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang dibantu warga, dan kemudian dibawa ke Markas Komando (Mako) Damkar Kota Padang.

Pantauan Padang Ekspres di Mako Damkar Kota Padang, anak buaya jenis buaya muara tersebut terpaksa diplester mulutnya agar tidak membahayakan orang lain.

Ukuran anak buaya muara tersebut diperkirakan sekitar 80 cm dan berusia sekitar dua sampai tiga bulan.

Anak buaya kemudian diserahkan oleh Damkar Kota Padang kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.

Dari pengakuan Hendri, saat dia ke kamar mandi, tiba-tiba saja melihat seekor anak buaya berada di dalam kamar mandi rumahnya.

Ia mengaku tidak mengetahui dari mana asal buaya tersebut.

“Saya juga bingung dari mana buaya itu. Padahal di sekitar sini, bukan habitatnya buaya,” jelasnya.

Hendri menambahkan, karena takut buaya tersebut menyerang, ia kemudian menghubungi petugas Damkar Kota Padang untuk membantu melakukan evakuasi.

Kabid Operasional Damkar Kota Padang, Basril mengatakan, setelah mendapat laporan petugas langsung menuju lokasi penemuan untuk melakukan evakuasi agar anak buaya tersebut tidak kabur dan membahayakan masyarakat di sekitar kompleks.

“Proses evakuasi berlangsung lebih kurang 30 menit. Sempat mengalami kesulitan karena anak buaya tersebut sangat lincah,” katanya.

Pihaknya lalu membawa anak buaya ke Mako Damkar Kota Padang.

“Dari mana asal anak buaya tersebut, kami tidak mengetahui. Untuk proses penyelidikan dan mencari tahu habitat buaya itu, kami serahkan kepada pihak BKSDA Sumbar,” ujarnya.

Sementara itu, Dansatgas BKSD Provinsi Sumbar, Joni Akbar mengungkapkan, jenis anak buaya yang ditemukan warga di Kompleks Pemda Kelurahan Kotoluar tersebut merupakan buaya muara yang habitat aslinya berada di muara sungai.

Buaya muara tersebut merupakan salah satu hewan yang dilindungi sehingga keberlangsungan hidupnya sangat dijaga.

“Anak buaya muara ini ukurannya sekitar 80 sentimeter dan berusia dua bulan,” ujarnya.

Joni mengatakan, sebenarnya di Kecamatan Pauh bukan merupakan habitat asli dari buaya muara.

Oleh sebab itu, pihaknya masih pengin mengungkap misteri, dari mana anak buaya tersebut berasal apakah lepas begitu saja atau hewan peliharaan.

“Pastinya kalau buaya yang ditemukan itu masih anakan, pasti ada induk buaya. Untuk itu, kami akan melakukan pengecekan untuk mencari tahu asal dari anak buaya tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Joni menyampaikan, anak buaya akan dibawa ke kantor BKSDA Sumbar untuk dicek kesehatannya.

“Setelah itu akan kami putuskan apakah buaya itu dikarantina atau tidak,” ujarnya. (padangekspres/jpnn)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan