Isu Pemakzulan Menyeruak, Politisi Demokrat: Intelektual Apa Sih Kalian?

Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (IST)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Sejumlah tokoh dan intelektual ramai-ramai bicara pemakzulan Presiden di tengah pandemi Covid-19.

Guru besar Pemikiran Politik Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Din Syamsuddin mengatakan pemakzulan pemimpin sangat mungkin dilakukan jika dalam kepemimpinannya represif hingga cenderung diktator. Kondisi kepemimpinan di Indonesia saat ini dianggapnya seperti itu.

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun pun berkata demikian, ia menilai tak ada salahnya memunculkan wacana pemberhentian Presiden. Pasalnya pemberhentian presiden jelas diataur dalam konstitusi.

Menanggapi wacana pemakzulan presiden di tengah pandemi yang dilontarkan tokoh nasional dan intelektual, politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku sangat terkejut.

Meski tak menyebutkan nama, seharusnya kata Ferdinand, tokoh sekaliber Din Syamsuddin atau Refly Harun memberi contoh bagaimana berperilaku dan berbuat membantu masyarakat yang dilanda penderitaan baik secara ekonomi maupun kesehatan imbas pandemi Covid-19.

“Saya heran melihat orang-orang yang mengaku tokoh dan intelektual yang dalam kondisi negara sedang kesusahan akibat covid-19, diskusinya malah tentang pemakzulan presiden,” cuit Ferdinand di laman Twitternya.

Ia pun merasa heran dan kesal lantaran tokoh tersebut bukannya berpikir kemaslahatan rakyat jelang dimulainya kenormalan baru.

“Mengapa mereka ini tidak diskusi bagaimana supaya rakyat disiplin di tengah new normal? Intelektual apa sih kalian?” tanyanya lugas. (endra/fajar)

Komentar

Loading...