Infografis

KPU Harus Garansi Hak Pemilih

0 Komentar
Angka Partisipasi Diprediksi Menurun
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pilkada serentak di tengah pandemi covid-19 harus digelar. Kepastian hak seluruh pemilih diharap bisa tersalurkan. Garansi akan hak pilih masyarakat tersalurkan menjadi salah satu wacana yang berkembang dalam diskusi virtual, FAJAR Bincang bertema “New Normal Election”, kemarin. Di awal diskusi, Ketua KPUD Sulsel, Faisal Amir mendapat kesempatan pertama untuk mempresentasikan kondisi terkini jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara serentak, Desember mendatang. Menurut Faisal, ada banyak tahapan KPU yang bertentangan dengan pilkada. Di mana, protokol kesehatan harus dikedepankan. Misalnya, untuk tahapan verifikasi jalur perseorangan. Normalnya, penyelenggara harus menemui pemilih. Apakah mendukung calon tersebut atau tidak. Akan tetapi, kondisi saat ini memungkinkan tidak akan maksimal. Sebab, belum bisa ditentukan apakah pemilih ingin menerima tim verifikasi. Solusi lainnya, diakuinya, memang ada. Salah satunya mengumpulkan pemilih di satu tempat. “Atau bisa juga kami akan memakai atau menggunakan teknologi secara cara video call. Itu sangat memungkin terjadi,” katanya. Termasuk kampanye, pihaknya belum bisa berandai-andai bagaimana teknisnya. Kampanye secara online atau daring memang sedang dibahas di tingkat pusat. Sebab, menjadi hal yang baru. “Juga, harus diakui bersama, tidak semua daerah di Sulsel memiliki jaringan baik. Ini akan menjadi kesulitan kami. Sebab, sebagian pemilih atau warga belum terbiasa dengan teknologi,” jelasnya.
Editor : Redaksi


Comment

Loading...