KPU Makassar Bakal Tambah Jumlah TPS Demi Cegah Kerumunan

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, Farid Majdi

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, Farid Majdi menyebut pihaknya masih menunggu rasionalisasi anggaran pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 yang tengah dibahas di tingkat pusat antara Komisi II DPR RI, Menteri Dalam Negeri, KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Farid Majdi juga menyampaikan terkait kemungkinan adanya tambahan biaya penyelenggaraan pemungutan suara karena jumlah TPS akan bertambah. Penambahan TPS untuk mengurangi kerumunan.

Selain itu, setiap TPS membutuhkan pengadaan masker, hand sanitiser, alat pengukur suku, dan alat cuci tangan.

“Untuk anggaran sendiri kita masih menunggu tahapan, yang paling penting adalah integrasi protokol Covid dalam manajemen tahapan, jadi kita harus dapat dulu manual tahapan agar kita bisa menyesuaikan dengan mitigasi standar protokol Covid-19 dalam mekanisme tahapan,” jelas Farid kepada wartawan, Rabu (3/6/2020).

Disebutkan pula kemungkinan bakal adanya penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) demi mencegah terjadinya kerumunan masyarakat.

“Untuk perampingan menghindari kerumunan yang banyak di TPS,” ujar Farid.

Farid menerangkan, sejauh ini pemetaan di Makassar, satu TPS kurang lebih 800 pemilih sesuai yang diamanahkan undang-undang. Sehingga rencanya akan disederhanakan 600 pemilih satu TPS, itu pun jika ada asumsi pergeseran.

“Setelah 600 orang per TPS kami sederhanakan. Kemudian muncul diskusi perampingan, karena ada usulan 600 itu masih terlalu padat,” terang dia.

Komentar

Loading...