Minta Jenazah Istrinya Dikembalikan, Andi Baso Datangi Posko Covid-19 Sampai Ancam Lapor Polisi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Suara lantang sempat keluar dari mulut Andi Baso Ryadi Mappasulle. Dia adalah suami dari almarhumah Nurhayani Abram.

Andi Baso tak terima, istri tercintanya itu disebut PDP oleh pihak RS Bhayangkara, Kota Makassar, setelah menjalani perawatan dan meninggal dunia akibat penyakit stroke.

Dia bersama anaknya, Andi Arni Esa Putri Abram meminta kepada tim Gugus Covid-19 untuk mengembalikan jenazah Nurhayani yang telah terlanjur dimakamkan di pemakaman khusus jenazah Covid-19, di Maccanda, Kabupaten Gowa.

Hari ini, Kamis (4/6/2020) mereka mendatangi posko Covid-19 Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman. Andi Baso menyerahkan surat permohonan pengembalian jenazah istrinya, untuk dikembalikan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

Saat sepatah kata keluar dari mulut Andi Baso, sempat tersulut emosi. Menurutnya, apa yang dirasakan oleh keluarganya saat ini, tidak dirasakan dan tidak dimengerti oleh pihak gugus.

"Coba seandainya bapak ada di posisi kami. Keluarga anda yang seperti ini, itu rasanya seperti bagaimana. Ini kami (keluarga) yang tersakiti," kata Andi Baso.

Sementara itu, lanjut Andi Baso, hasil swab test oleh istrinya itu dinyatakan negatif dari Covid-19. Hal itu yang menjadi alasan jenazah istrinya untuk dikembalikan ke keluarganya.

"Makanya saya memasukkan surat (pengembalian jenazah). Karena istri saya tidak layak berada di pemakaman khusus Covid-19. Sementara istri saya tidak Covid-19, dibuktikan dengan hasil swab yang negatif," katanya kepada wartawan.

Rencananya, pihaknya juga akan melaporkan tim gugus ke aparat kepolisian jika tidak menerima permintaannya tersebut. Langkah itu akan ia tempuh, sampai jenazah istrinya dikembalikan.

Sebelumnya viral di media sosial, Andi Arni mencegat dengan cara menaiki mobil ambulans yang membawa jenazah ibunya, yang dianggap PDP dari pihak RS Bhayangkara.

Andi Arni saat itu menangis histeris di dalam bahkan sampai ke luar rumah sakit. Berkali-kali dia meminta jenazah ibunya tidak dibawa oleh petugas yang memakai baju hazmat, untuk dimakamkan di pemakaman khusus jenazah Covid-19, di Kabupaten Gowa. Namun usahanya itu sia-sia.

"Ibu saya hanya sakit stroke. Bukan Covid-19. Almarhumah ibu saya memang sangat penurut dengan pemerintah soal pandemi ini. Jadi kami yakin, almarhumah ibu saya bukan karena virus itu," kata Andi Arni kepada Fajar.co.id. (ishak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan