Ojol Boleh Angkut Penumpang Lagi pada PSBB Masa Transisi

Ilustrasi (JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengizinkan kembali angkutan umum dan pribadi beroperasi normal. Kebijakan ini mulai diterapkan pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

“Kendaraan umum atau ojek bisa beroperasi dengan protokol Covid-19,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/6).

Untuk kategori kendaraan pribadi, kendaraan umum, dan taksi (konvensional dan online) sudah bisa beroperasi mulai 5 Juni 2020. Sedangkan ojek (pangkalan dan online) dimulai beroperasi pada 8 Juni 2020.

Pada pemberlakuan kebijakan ini, Pemprov DKI tetap mengharuskan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Yakni 50 persen penumpang dari kapasitas kendaraan, tetap menerapkan physical distancing, hingga memakai masker.

Sedangkan untuk kendaraan pribadi diizinkan diisi penuh 100 persen dengan syarat penumpangnya masih berstatus satu keluarga. Kemudian untuk sepeda motor pun dibolehkan berboncengan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“MRT, Transjakarta, akan beroperasi jam normal, headway singkat tapi kapasitasnya hanya 50 persen,” ucap Anies.

Selain itu, ruang tunggu di stasiun dan halte juga akan dibatasi 50 persen dari kapasitas. Serta jarak antrian minimal 1 meter antar penumpang.

Sebelumnya, Anies memutuskan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke tahap 4. Kendati demikian, Anies memastikan Covid-19 di ibu kota sudah mulai terkendali.

Anies mengatakan, saat ini di Jakarta hanya menyisakan 66 RW yang masih menjadi zona merah. Oleh karena itu, pada PSBB tahap 4 ini sekaligus sebagai masa transisi ke tahap hidup aman, sehat dan produktif.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...