Sidang Kasus KDRT Oknum Perwira Polisi, Anak Korban: Ibu Dipukul Pakai Meja Tiga Kali Sama Bapak

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE -- Mantan Kapolsek Tanete Riattang, Kompol Andi Asdar menjalani sidang keempat di Pengadilan Negeri Watampone dengan agenda pemeriksaan saksi sekaitan dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya, Marina.

Dalam persidangan tersebut saksi yang dihadirkan adalah dua anak korban. Satunya berumur 9 tahun, satunya lagi berumur 12 tahun. Serta pengacara terdakwa yang ikut persidangan dan mengamati jalannya persidangan selama dua jam.

Kepada majelis hakim yang diketuai Surachmat anak korban banyak bercerita soal surat keterangan yang dipaksa oleh bapaknya. Sebab, ada surat pernyataan yang diberikan bahwa dia tidak pernah memukuli istrinya. Melainkan istrinya sendiri yang jatuh dari lantai.

"Mama saya dipukul pakai meja tiga kali, dan saya disuruh bikin pernyataan sama bapak (Andi Asdar, red) kalau tidak pernah memukul," ungkap anak korban yang berusia 12 tahun itu kemarin.

Di persidangan ditanya sama hakim soal surat keterangan tersebut. Anak itu mengakui dipaksa sama orang tuanya. "Saya dipaksa bapak saya untuk menulis bahwa tidak pernah memukul mama saya," bebernya sambil menangis.

Sementara Kasi Pidum Kejari Bone, Erwin Juma menjelaskan, memang ada surat pernyataan disampaikan oleh sang anak. Cuman oengacaranya belum membawa. "Tetapi surat pernyataan itu bohong. Karena kedua anaknya dipaksa oleh orang tuanya," ucapnya.

Kata dia, peristiwa April 2019 lalu itu disaksikan sendiri oleh anaknya. Apalagi bekas pukulan ada dalam tubuh Marina.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...