Budidaya Bawang Merah Ramah Lingkungan, Dukung Produksi Aman Konsumsi

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID — Bawang merah dikenal sebagai sayuran umbi penyedap masakan. Salah satu kendala dalam pembudidayaan adalah tingginya penggunaan bahan kimia pupuk dan pestisida.

Penggunaan bahan kimia tidak rasional berdampak negatif terhadap keamanan pangan dan kelestarian lingkungan. Kondisi ini sebetulnya dapat diatasi dengan penggunaan bahan pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) ramah lingkungan seperti agens pengendali hayati, pestisida nabati, likat kuning, feromon dan penanaman refugia. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) guna menghasilkan produk sehat dan ramah lingkungan.

Penggunaan bahan kimiawi sebenarnya karena kekhawatiran gagal panen atau hasil panen berkurang. Banyak petani menggunakan pestisida kimia dari waktu ke waktu (secara terjadwal) tanpa melalui pengamatan keadaan serangan OPT. Padahal, penerapan budidaya ramah lingkungan dapat menekan biaya produksi.

“Petani tidak harus membeli pestisida dan pupuk kimia yang mahal harganya. Produk bawang merah yang dihasilkan juga lebih sehat, lebih lama daya simpannya dan aman konsumsi. Selain itu kelestarian alam juga terjaga dan yang terpenting petani menjadi lebih sehat dan sejahtera,” ujar Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Cukup banyak kelompok tani yang menerapkan budi daya ramah lingkungan. Salah satunya adalah KT Lestari Mulyo di Dusun Nawungan I Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Komentar

Loading...