Desa Mappesangka Penuh Inovasi Pertanian, Namun Tak Pernah Dilirik Pemerintah

Warga Desa Mappesangka, Kecamatan Poleonro menunjukkan beberapa inovasinya. (FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, BONE — Di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone warga betul-betul melakukan inovasi di sektor pertanian. Semuanya serba otomatis. Tetapi tak pernah dilirik oleh pemerintah.

Ada inovasi penyemprotan lahan pertanian secara otomatis, ada juga alat perangkap babi yang dipasang di setiap kebun. Dan hanya berfungsi ketika malam hari saja, ada traktor yang bisa diremote control, pompa hidrant tanpa aliran listrik dan BBM.

Untuk sektor pertanian, warga membuat bendungan pada 4 November 2018 lalu. Bendungan itu dibuat lantaran sawah para petani hanyalah sawah tada hujan. Tinggi bendungan itu sekitar dua meter.

“Kita awalnya cuman main-main buat itu. Sehingga akhirnya serius karena dulu hanya bisa satu kali satu tahun tanam padi. Tapi semenjak ada bendungan bisa dua kali panen. Dan produksi meningkat,” kata penggagas bendungan Desa Mappesangka, Kamaruddin kemarin.

Bendungan itu sudah bisa mengaliri 6 hektare sawah. Uniknya, pengerjaan bendungan itu hanya menggunakan dana pribadi. “Sekitar Rp10 juta saya sendiri yang kerja. Kalau pengerjaannya yang gotong royong bersama warga,” tambahnya.

Selain itu untuk menambah kencangnya air warga juga membuatkan pompa hidrant. Pompa yang bisa mengaliri sawah 500 meter jauhnya. Pompa itu juga tanpa menggunakan aliran listrik dan BBM.

Salah seorang pembuat pompa hidrant itu, Jumahajji mengatakan, pompa itu dibuat bersama empat rekannya.

Komentar

Loading...