Diduga Beri Perlindungan ke Nurhadi, KPK Diharapkan Dalami Sosok Berinisial BG

Nurhadi mengenakan rompi oranye saat tiba di gedung KPK. KPK diminta mendalami siapa yang membantu Nurhadi selama pelariannya (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA-- Indonesia Corruption Watch (ICW) mengharapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mendalami sosok berinisial BG dalam pelarian mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman. Pasalnya, tersirat kabar berinisial BG saat Nurhadi mencoba mencari perlindungan.

“Ada dugaan Nurhadi pernah meminta perlindungan dengan orang yang berinisial BG. Pertama siapa orang ini dan bagaimana keterlibatan orang ini bisa diduga melindungi daripada Nurhadi,” kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam diskusi virtual bertema ‘Akhir Pelarian Nurhadi: Apa yang Harus KPK Lakukan?’, Jumat (5/6).

Kurnia memandang, KPK perlu mendalami siapa orang yang terlibat selama Nurhadi menjadi buronan. Menurutnya, KPK perlu menerapkan Pasal 21 UU Tindak Pidana Korupsi. Karena mencoba menghalangi proses penyidikan atau obstruction of justice.

Kurnia pun membeberkan KPK sebelumnya telah menjerat dengan Pasal 21 terhadap orang-orang yang mencegah proses penyidikan KPK. Di antaranya, mantan pengacara Setya Novanto dan Lucas yang membantu pelarian Eddy Sindoro.

“Lucas terbukti secara sah dan meyakinkan, dia membantu Eddy Sindoro untuk melarikan diri ke Singapura dan meminta Eddy Sindoro untuk berganti kewarganegaraan. Itu pola yang terjadi di kasus-kasus lain, penting juga bagi KPK untuk melihat lebih untuk perkara Nurhadi,” tegas Kurnia.

Oleh karena itu, Kurnia mengharapkan KPK tidak terlalu euforia terkait penangkapan Nurhadi beserta menantunya, Rezky Herbiyono. Karena KPK harus mendalami siapa sosok yang membantu dalam pelarian Nurhadi.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...