Keluarga Pasien Keluhkan Tingginya Biaya Rapid Test di Rumah Sakit

Ilustrasi sampel pasien positif Covid-19. (foto: IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Merujuk dari berbagai berita yang menyatakan bahwa rapid test gratis alias tidak berbayar, warga jadi bingung hendak mengajukan pertanyaan pada siapa.

Pekan lalu, warga Hertasning Makassar, Sunarto, mengaku ibunya harus dirawat di Rumah Sakit (RS) Grestelina Makassar dikarenakan penyakit jantung hipertiroidnya kambuh.

Salah satu syarat untuk bisa rawat inap adalah dengan mengikuti rapid test, pasien beserta satu orang pendamping dari keluarga pasien yang akan menginap di rumah sakit. Permasalahannya adalah, pasien harus bayar Rp462.000 dan pendamping harus membayar Rp385.000 untuk rapid test ini.

“Apakah memang tidak ditanggung oleh pemerintah, walau pun alhamdulillah hasilnya negatif covid mungkin dibanding harus gratis tapi hasilnya positif,” tuturnya.

Terkait masalah pembayaran untuk rapid test, salah seorang dokter menyampaikan bahwa semua RS atau klinik memang memasang tarif untuk melakukan rapid test.

“Bisa dicek di beberapa rumah sakit. Hal ini memang tergantung dari rumah sakitnya dan pasien yang mau dirawat,” kata dr Henny yang mengaku sudah tidak lagi bertugas di Grestelina. (wis)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...