Ribuan Pelayat Menyemut, Benjamin Crump: George Floyd Dibunuh Pandemi Rasisme dan Diskriminasi

Jumat, 5 Juni 2020 15:52

Suasana upacara peringatan kematian George Floyd ( STEPHEN MATUREN/AFP)

FAJAR.CO.ID, NEW YORK — Ribuan orang pelayat menyemut menghadiri upacara peringatan mengenang kematian George Floyd di Minneapolis, Kamis (4/6). Seperti diketahui, pria kulit hitam tersebut tewas saat ditangkap oleh polisi atas dugaan penggunaan uang palsu. Lehernya ditekan dengan lutut oleh polisi bernama Derek Chauvin.

Kematian Floyd memicu unjuk rasa besar-besaran. Demonstrasi berlangsung selama 10 malam berturut-turut di sejumlah kota. Di Minneapolis, pengacara Floyd mengatakan kepada pelayat bahwa dirinya akan menemukan keadilan bagi pria berusia 46 tahun itu.

“Bukan Coronavirus yang membunuh George Floyd, itu adalah pandemi lain. Pandemi rasisme dan diskriminasi,” kata pengacara keluarga George Floyd, Benjamin Crump seperti dilansir dari Channel News Asia, Jumat (5/6).

Ribuan pelayat yang datang memanjatkan doa. Mereka menjadi bukti bahwa Floyd telah mengubah dunia. “Sudah waktunya bagi kita untuk berdiri atas nama George (Floyd),” ungkap Pendeta di lokasi. “Engkau mengubah dunia, George, kita akan terus berjuang,” katanya.

“Kita akan terus berjalan sampai kita mengubah seluruh sistem keadilan,” tambahnya.

Anggota keluarga Floyd, Pendeta Jesse Jackson, Gubernur Minnesota Tim Walz dan Senator Minnesota Amy Klobuchar adalah di antara ribuan pelayat. Kepala polisi Minneapolis Medaria Arradondo berlutut ketika mobil jenazah yang membawa jenazah Floyd tiba.

Upacara mengenang Floyd juga diadakan di New York dan dihadiri oleh ribuan orang, termasuk saudara laki-laki Floyd, Terrence. “White Silence is Violence,” sebuah tulisan berbunyi.

Bagikan berita ini:
5
4
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar