Tapera di Musim Covid-19

Jumat, 5 Juni 2020 15:22

Masih banyak hal lain yang seharusnya diperhatikan oleh Pemerintah untuk menyempurnakan dan memuluskan pelaksanaan PP Tapera ini agar berterima dalam benak masyarakat secara sukarela dan penuh kesadaran. Penyaluran dan pengawasan terhadap kualitas perumahan rakyat dan titik-letak konsentrasi perumahan yang jauh dari tempat kerja juga adalah salah satu hal yang perlu untuk dievaluasi. Pemberian subsidi kepada penerima upah kotor yang lebih dari skim subsidi pemerintah juga seharusnya dihentikan karena tidak sesuai dengan maksud dan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat pra-sejahtera. Juga harus benar-benar dipastikan bahwa seluruh niat dan maksud pemberian subsidi ini idealnya harus hanya untuk menguntungkan dan menolong masyarakat pra-sejahtera bukan malah menguntungkan pengusaha industri perumahan rakyat dan perbankannya di satu pihak saja.

Regulasi sudah diputuskan untuk waktu dan proses yang relatif cukup lama dan berat. Menolak dan meributkan eksistensi Tapera adalah suatu kesia-siaan belaka. Hal tersebut seharusnya dilakukan jauh sebelum regulasinya diketuk oleh Pemerintah dan DPR-RI. Pemerintah tidak juga bisa disalahkan karena semata-mata memenuhi amanat UU dan hukum ketatanegaraan. Sebagai negara yang berasaskan hukum maka langkah konstitusional yang dapat dilakukan adalah mengajukan gugatan untuk opsi yang masih bisa diperjuangkan misalnya perihal efektivitas waktu terhadap pemotongan gaji pekerja khususnya bagi mereka yang termasuk dalam golongan bawah ASN/PNS,TNI, dan Polri dan saat ini masih terdampak langsung covid19 yang akan dimulai tahun 2021. Kalau untuk golongan swasta waktu selambat-lambatnya adalah tujuh tahun sejak PP BP Tapera diterbitkan atau pada tahun 2027 dimana diharapkan musim covid19 ini sudah berganti. Perlu partisipasi aktip masyarakat agar Tapera ini digunakan secara bertanggungjawab dengan maksud semata-mata demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Bagikan berita ini:
5
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar