Wacana Legalisasi Ganja, BNN Jelaskan Dampak Buruknya

Deputi Pencegahan BNN Irjen Anjan Pramuka Putra (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wacana terkait legalisasi ganja semakin berkembang. Opini tersebut berkembang setelah anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS dari Aceh, Rafli mengusulkan legalisasi ganja untuk kepentingan medis. Hal tersebut membuat Deputi Bidang Pencegahan BNN Irjen Anjan Pramuka Putra angkat bicara dengan berinisiatif memberikan pencerahan sekaligus menyerap aspirasi generasi muda.

Menanggapi hal tersebut, BNN secara tegas menolak usulan legalisasi ganja. Penolakan itu sudah berulangkali disampaikan oleh BNN. Bahkan BNN telah menggelar acara talkshow yang disajikan dalam Webinar dengan tema ‘Generasi Muda Melawan Legalisasi Ganja’.

Irjen Anjan Pramuka Putra menyampaikan alasan utama penolakan legalisasi ganja ini adalah penyelamatan generasi muda kita. “Berbagai dampak buruk yang nyata diakibatkan oleh legalisasi ganja di berbagai belahan dunia, ini tentunya menjadi pelajaran berharga buat kita,” terang Anjan, dalam paparan dan diskusinya dengan para peserta yang didominasi oleh para mahasiswa, Kamis (4/6).

Anjan menjelaskan bahwa dari beberapa negara yang telah menjalankan legalisasi, beberapa mulai mempertanyakan efektifitas strategi ini. “Jadi alasan ekonomi tidak sepenuhnya benar. Yang tadinya mengharapkan adanya pemasukan dari sektor pajak, ternyata tidak segampang dalam teori. Hal ini karena sindikat narkoba juga masih tetap bermain bahkan di era legalisasi,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia juga menegaskan dampak ekonomi terkait peningkatan biaya medis akibat penggunaan ganja yang berdampak kecelakaan maupun perawatan medis dan rehabilitasi. Dari kalangan mahasiswa memang belakangan ini sering terdengar opini untuk legalisasi ganja. Hal ini didukung pula oleh kencangnya berita dan opini yang dikampanyekan lewat media online dan sosial.

Komentar

Loading...