Dana Haji Digunakan Perkuat Rupiah, Begini Bantahan BPKH dan BI


Kembali ia menegaskan, bahwa BPKH bukan tugasnya untuk memperkuat nila Rupiah dengan mengunakna dana haji. Namun apabila dalam pengelolaan dana haji ini berimbas pada penguatan Rupiah, menurutnya hal itu adalah kebijakan moneter di Indonesia, bukan BPKH. “Itu kebijakan moneter,” ucapnya.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Nizar Ali menambahkan, bahwa hingga saat ini tak seperserpun dana haji dikeluarkan untuk membayar akomodasi haji, maupun lainnya. Dengan demikian, tak ada jamaah yang dirugikan.

“Tapi perlu kita sampaikan, dengan adanya pembatalan ini, 1 rupiah pun jamaah tidak dirugikan. Karena uangnya masih utuh,” katanya.

Terpisah, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bahwa kabar dana haji untuk memperkuat Rupiah tak benar sama sekali. Sebab sejatinya tugas untuk memperkuat Rupiah adalah di bank sentral, bukan institusi lain seperti BPKH. “Stabilitas Rupiah itu wewenang BI dan kami senantiasa komunikasi ke pelaku pasar, eksportir, importir, Pertamina, BPKH, dan lainnya saat mau masuk pasar. Kami itu kewenangannya menjaga supaya mekanisme pasar menguat,” kata Perry.

Sejauh ini, kata Perry, BI tak pernah intervensi terkait pengelolaan dana haji oleh BPKH. Baik dalam bentik valuta asing maupun Rupiah, adalah merupakan urusan internal BPKH. Tentu saja, pihak BPKH memiliki perhitungan sendiri dalam mengelola dana haji dengan baik.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...