Donald Trump Pegang Injil di Depan Gereja, Presiden Iran: Memalukan

Presiden AS Donald Trump memegang Injil di depan Gereja St John, Washington, Senin (1/6). Foto: AP

FAJAR.CO.ID, TEHRAN - Presiden Iran Hassan Rouhani mengomentari foto Donald Trump dengan pose memegang Injil di depan gereja. Rouhani menyebut tindakan Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) itu memalukan.

Pernyataan Rouhani tersebut untuk merespons ‘operasi foto’ ala Trump dalam menghadapi maraknya unjuk rasa menentang kematian warga Afro-Amerika George Floyd. Rouhani mengatakan, Injil merupakan kitab suci dari Ilahi yang menyerukan kedamaian dan kemanusiaan kepada seluruh umat manusia.

“Injil bukan sebuah buku yang memerintahkan pembunuhan orang-orang tak berdosa. Sangat memalukan bahwa seorang presiden yang ingin mengambil tindakan melawan bangsanya sendiri memegang kitab suci,” ujar Rouhani seperti diberitakan Tehran Times, Jumat (5/6).

Selain itu, Rouhani juga mengutuk kejahatan terhadap para pengunjuk rasa di AS. Belakangan ini unjuk rasa terjadi di berbagai kota di AS menyusul insiden kematian George Floyd akibat dipiting polisi kulit putih bernama Derek Chauvin di Minneapolis, Minnesota.

Pasukan pengawal Presiden AS yang dikenal dengan sebutan Secret Service sempat membawa Trump masuk ke bunker di bawah Gedung Putih gara-gara aksi unjuk rasa pada Jumat lalu (29/5). Namun Trump menyatakan bahwa dirinya ke bungker Gedung Putih untuk melihat-lihat saja.

Pada Senin lalu (1/6) Trump mengunjungi Gereja St John, Washington DC. Dalam kunjungan itu Trump berpose di depan gereja sembari memegang Injil.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...