Empat Kali Rumahnya Dibobol, Kompor hingga AC Hilang Berangsur

Sabtu, 6 Juni 2020 21:07

Rumah yang kecurian.

FAJAR.CO.ID, GOWA — Rumah kosong jadi lahan basah bagi pencuri. Hampir seisi rumah di Perumahan BTN Pao-pao Permai, Kabupaten Gowa, digarap oleh sejumlah Orang Tak Kenal (OTK). Itu terjadi berkali-kali dalam waktu yang berbeda, namun di rumah yang sama.

Rumah permanen itu ditinggal pergi oleh penghuninya sejak akhir 2019 lalu. Awalnya sang suami, Rahmat, pergi ke kampung halamannya di Kabupaten Jeneponto untuk mengurus lahan kebun di sana. Sedangkan sang istri, Nurul, memilih tinggal bersama tiga orang anaknya yang masih belia.

Berselang lama tinggal di rumah tersebut, Nurul merasa tak tenang tanpa kehadiran sang suaminya, Rahmat, di rumah itu. Nurul kerap mendengar suara aneh di sekitar rumahnya. Ada orang jahat yang hendak masuk ke rumah tersebut.

Rasa takut Nurul kian mendalam. Dia pun memilih menyusul suaminya di Kabupaten Jeneponto. Alasannya, dia bersama tiga orang anaknya itu khawatir jika ada hal yang tidak diinginkan justru terjadi.

Masuk di Januari 2020, rumah milik Nurul dan Rahmat pun kosong tak berpenghuni. Beberapa hari kemudian, Nurul mendapat informasi soal rumahnya dimasuki pencuri pada malam hari. Kejadian itu pun dilapor ke Polsek Somba Opu untuk diselidiki dan menangkap para pelaku.

“Januari dimasuki pencuri. Februari kembali dimasuki dan mengambil ponsel. Maret lagi-lagi dimasuki dan mengambil TV dan tabung gas tiga kilogram,” kata Nurul kepada Fajar.co.id, Sabtu (6/6/2020).

Terakhir di April 2020, Air Conditioner (AC) dan kompor raib diambil pencuri pada malam hari. Kata Nurul, tetangganya sempat mendengar ada suara pada malam hari. Namun sang tetangga mengira itu adalah Nurul atau sanak keluarganya.

Kata dia, total ada empat kali rumahnya dibobol maling malam hari. Sementara itu, Rahmat mengaku telah mengantisipasi masuknya pencuri di rumahnya dengan cara membuat pengaman ganda, pada bagian pintu dan jendela rumahnya.

Namun usahanya sia-sia. Pencuri punya akal yang lebih cerdik untuk bisa mengambil seluruh barang berharga milik mereka saat rumah sedang sepi. Mereka menyebut, pencuri itu adalah spelialis rumah kosong.

“Gagang pintu depan rumah sudah saya tukar dengan pintu di belakang. Jendela pun sudah saya kasih pengamanan ganda. Tapi tetap semuanya dirusak,” ujar Rahmat.

Dia mengakui, saat pencuri beraksi tak ada saksi mata yang melihat. Kamera pengamana atau CCTV di rumahnya pun tidak ada. Beberapa kali dia melapor kejadian tersebut, namun tidak membuahkan hasil. Barang berharga miliknya yang telah hilang, tak kunjung kembali seperti sedia kala,

“Kalau dihitung, semua barang yang hilang jika ditaksir sekitar Rp10 juta kerugian kami,” pungkas Nurul. (ishak/fajar)

Komentar