Sindir MK, Rizal Ramli: Diberi Kekuasaan Konstitusional, ehh Malah Ngabdi ke Eksekutif


FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Lembaga konstitusional tertinggi, Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi sorotan. Lembaga penegak demokrasi itu dituding seperti terbelenggu oleh kepentingan beberapa kelompok.

Hal itu merujuk sejumlah keputusan yang dianggap tak masuk akan dan dihasilkan ketika Judicial Review (JR) atau uji materi sejumlah UU oleh MK.

Mantan Menko Perekonomian era Gus Dur, Rizal Ramli ikut menanggapi pernyataan pengamat politik, Rocky Gerung soal politik praktis di lingkaran MK.

“Rocky memang keras eui. Tapi @rockygerungpart banyak benarnya, keputusan2 @Humas_MKRI lebih politik praktis ketimbang keputusan konstitutional strategis. .. Diberikan kekuasan konstitutional ehh malah ngabdi ke eksekutif ..,” tulis Rizal di akun Twitternya, Sabtu (6/6/2020).

Sebelumnya, Pengamat Politik Rocky Gerung mengatakan logika berpikir Mahkamah Konstitusi mengalami kekacauan dalam memutuskan hal yang menentukan jalannya Demokrasi di Indonesia.

Selama ini, kata Rocky, masyarakat kerap bertengkar mana yang menjadi problem, apakah kekacauan sistem parlementerian yang diimplan ke dalam sistem presidensial atau sebaliknya. Namun, menurut Rocky permasalahan tidak ada di sistem tersebut, melainkan ada di cara berpikir Mahkamah Konstitusi.

“Bagi saya problemnya tidak di dalam sistem presidensial atau parlementerian yang sudah jelas diuji dalam sejarah bernegara, yang kacau itu adalah sistem MK sendiri yang kacau,” kata Rocky dalam Seminar Daring, bertema ‘Ambang Batas Pilpres dan Ancaman Demokrasi’ yang digelar Jumat sore (5/6/2020).

Komentar

Loading...