Tagihan Listrik Melonjak? Cara Melaporkannya ke PLN

KOMPLAIN: Pelanggan mendatangi kantor PT PLN (Persero) Rayon Pamekasan di Jalan Kesehatan, Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Kota Pamekasan, Selasa (6/2). (PRENGKI WIRANANDA/Radar Madura/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, RIAU– Belakangan ini muncul keluhan-keluhan dari masyarakat terkait semakin tingginya jumlah tagihan listrik yang harus dibayarkan per bulan. Bahkan beberapa di antaranya mengaku mendapatkan tagihan berkali-kali lipat dibandingkan dengan sebelumnya.

Manager Komunikasi PT PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepri Tajuddin Nur, ia mengimbau masyarakat untuk mengakses sarana resmi PLN melalui situs www.pln.co.id, cal center PLN 123 atau melalui telepon 0761 123 untuk Provinsi Riau, dan melalui aplikasi PLN Mobile.

“Bisa juga melaporkan ke ULP terdekat dengan membawa foto stand meter kondisi terbaru, kalau datanya lengkap bisa cepat prosesnya,” kata Tajuddin.

Sementara itu, PLN telah merilis skema penghitungan tagihan untuk melindungi pelanggan Rumah Tangga yang tagihan listriknya melonjak pada bulan Juni. Dengan skema tersebut, pelanggan yang mengalami tagihan pada bulan Juni melonjak lebih dari 20 persen daripada bulan Mei akibat penagihan menggunakan rata-rata tiga bulan terakhir, maka kenaikannya akan dibayar sebesar 40 persen, dan sisanya dibagi rata dalam tagihan 3 bulan ke depan.

Diharapkan, skema tersebut dapat mengurangi keterkejutan sebagian pelanggan yang tagihannya meningkat tajam. Hal ini disampaikan oleh Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril.

“Dengan skema perlindungan terhadap lonjakan tersebut, PLN harus melakukan pemeriksaan data setiap pelanggan satu per satu, untuk memastikan supaya kebijakan tersebut tepat sasaran pada pelanggan yang mengalami lonjakan tidak normal. Oleh karena itu, tagihan pelanggan yang biasanya sudah bisa dilihat pada tanggal 2 atau 3 pada tiap awal bulan, baru bisa diterbitkan dan bisa diakses pada tanggal 6 Juni,” paparnya.

Komentar

Loading...