Tak Mau Dimakamkan Pakai SOP Covid-19, Keluarga Tolak Proses Autopsi Polisi

Jenazah Hasdinar dievakuasi petugas. (Ishak/Fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Hasdinar menemui ajalnya di usia 50 tahun, akibat penyakit asma yang ia derita. Perempuan itu ditemukan meninggal di kamar rumahnya, Jalan Rajawali, Kota Makassar, Jumat malam (5/6/2020) kemarin.

Sanak keluarga kaget, Ninang, sapaan akrab almarhumah meninggal mendadak dalam posisi telanjang dalam kamarnya. Apalagi masih sempat makan pada hari Rabu, (3/6/2020) lalu.

Atas kejadian itu, sanak keluarga meminta kepada RS Bhayangkara untuk segera membawa jenazahnya ke pemakaman keluarga, tanpa autopsi. Bahkan beberapa dari keluarga almarhumah berkali-kali menegaskan, Hasdinar meninggal bukan karena Covid-19.

“Kalau ada yang bilang meninggal karena Covid-19, tak segan-segan saya hadapi dia,” kata keluarga almarhumah, saat di RS Bhayangkara.

Pasalnya menurut dia, pandemi Covid-19 ini kian marak. Seperti beberapa kejadian jenazah yang hanya mengalami sakit strok, justru dianggap PDP oleh pihak RS Bhayangkara. Sanak keluarga tak ingin hal itu terjadi pada dirinya.

Kanit Reskrim Polse Mariso, Iptu Sugiman membenarkan jika almarhumah mendiang mendiang meninggal akibat penyakit asma akut.

“Pihak keluarga jenazah tidak mau diautopsi. Mereka menerima itu karena takdir. Jenazah punya riwayat penyakit asma akut sejak sekitar dua hingga tiga tahun lalu,” kata perwira berpangkat dua balok ini. (Ishak/fajar)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...