Antisipasi Kerugian, Kementan Ajak Petani Manfaatkan Asuransi

Minggu, 7 Juni 2020 21:55

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sebagai penghasil pangan, peran sektor pertanian sangat penting di masa pandemi Covid-19. Hanya saja, sektor ini cukup rentan dengan sejumlah gangguan, seperti bencana banjir, perubahan iklim, kekeringan, serangan hama dan lainnya. Untuk itu, Kementerian Pertanian mengajak para petani dan penyuluh untuk mengantisipasinya. Salah satunya memanfaatkan asuransi untuk meminimalisir kerugian.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, bencana alam seperti banjir memang merugikan pertanian. Karena membuat petani menjadi terancam gagal panen.

“Itu kondisi alam yang tidak bisa kita hindari. Tapi hal itu tentu tidak bisa menjadi alasan untuk berhenti menanam. Masalah harus diatasi, inventarisir masalah dan kemudian tanam kembali. Untuk modal, petani bisa memanfaatkan KUR. Untuk mengantisipasi kerugian petani bisa mengikuti asuransi,” tuturnya.

Asuransi yang bisa diikuti petani diantaranya Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Asuransi ini memberikan perlindungan kepada petani yang memiliki tanaman padi serta jenis hortikultura lainnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, menjelaskan, program AUTP digulirkan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan bagi petani Indonesia. AUTP juga mampu memberikan manfaat perlindungan atas kerugian petani dari kegagalan panen. Baik yang disebabkan oleh bencana alam, seperti banjir, maupun serangan hama.

Bagikan berita ini:
6
4
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar