Belum Umumkan Eks Dirut PT DI Tersangka, ICW: KPK Era Firli Makin Tertutup

Gedung KPK.

FAJAR.CO.ID — Indonesian Corruption Watch (ICW) menyesalkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) era Firli Bahuri yang tertutup dalam proses penanganan perkara korupsi di PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Pasalnya, mantan Dirut PTDI Budi Santoso pada Jumat (5/6) mengakui diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik KPK.

“Ciri khas KPK di era Komjen Firli Bahuri yang belum pernah ada sejak lembaga antirasuah ini berdiri adalah tertutupnya akses informasi kepada masyarakat,” kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Minggu (7/6/2020).

Kurnia menilai, sejak lima Pimpinan KPK jilid V dilantik, ada empat isu krusial yang seakan-akan ingin ditutupi oleh para komisioner dari masyarakat. Pertama, kejadian dugaan penyekapan tim KPK di PTIK saat memburu Harun Masiku dan pihak yang diduga petinggi partai politik. Kedua, alasan KPK tidak menggeledah kantor DPP PDIP.

Ketiga, polemik pengembalian paksa Kompol Rossa ke institusi kepolisian dan keempat, perkembangan pencarian Harun Masiku.

ICW, lanjut Kurnia, menegaskan terkait dengan tertutupnya informasi publik, KPK di era Firli Bahuri ini melupakan dua hal. KPK seharusnya bertanggungjawab kepada publik.

Oleh karena itu, publik berhak tahu atas informasi perkembangan penanganan perkara sepanjang tidak masuk pada ranah investigatif. Menururutnya, Pasal 5 UU KPK memandatkan bahwa dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.

“KPK berpegang pada nilai keterbukaan, akuntabilitas, dan kepentingan umum,” cetus Kurnia.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar