Belum Umumkan Eks Dirut PT DI Tersangka, ICW: KPK Era Firli Makin Tertutup

Gedung KPK.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Budi Santoso mengakui telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengakuan ini disampaikan Budi usai diperiksa penyidik KPK.

Namun hingga kini, penetapan tersangka terhadap Budi belum diumumkan secara resmi oleh Pimpinan KPK. Padahal, KPK era sebelum-sebelumnya terlebih dulu mengumumkan secara resmi penetapan tersangka terkait perkara yang naik pada tahap penyidikan.

“Iya, tersangka saya pak,” kata Budi usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Selatan, Jumat (5/6).

Kendati demikian, Budi enggan mengungkap secara rinci kasus korupsi yang menjeratnya. Termasuk mengenai materi pemeriksaan yang dijalaninya hari ini. Budi hanya menyebut penyidik menelisik harta kekayaan yang dimilikinya.

“Saya nggak tahu tadi cuma diperiksa tentang laporan harta kekayaan,” ujar Budi.

Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengakui pihaknya tengah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi di PT DI. Namun, hingga kini Pimpinan KPK belum mengumumkan secara resmi soal penetapan tersangka dugaan korupsi di PT DI.

“KPK masih melakukan kegiatan penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti. Pemeriksaan belasan saksi masih dilakukan, begitu kegiatan untuk mengetahui besarnya kerugian negara masih berproses,” tukas Firli.

Untuk diketahui, penyidik KPK menetapkan seorang petinggi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai tersangka, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi. Adapun tersangka tersebut yakni BS, mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia dan IRZ selaku Kepala Divisi Penjualan perusahaan pelat merah tersebut.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...