DPR Kecam PLN, Tagihan Listrik Membengkak saat Pandemi

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Masyarakat beberapa hari terakhir diresahkan dengan melonjaknya biaya tagihan listrik PLN. Bahkan ada pembengkakan tagihan yang mencapai 400 persen. Hal ini mendapat kecaman sejumlah legislator Senayan.

Salah satu yang mengecam tagihan listrik masyarakat melonjak adalah Anggota Komisi V DPR, Syahrul Aidi Maazat. Ia meminta pemerintah dalam hal ini PLN tidak sampai menaikkan semua tarif baik itu listrik, BBM, LPG, atau lainnya di saat ekonomi yang sedang merosot tajam ini.

Syahrul juga mendesak PLN harus menjadikan UU 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen sebagai panduan untuk pelayanan yang terbaik.

"Jangan sampai PLN mengkambing hitamkan WFH di masa Pandemi Covid-19 sebagai acuan kenaikan karena pemakaian over di tengah masyarakat sehingga lupa menunaikan kewajiban dan memberikan Hak warga sebagaimana tercantum dalan Pasal 4 UU 8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen," tekan Syahrul dalam keterangan tertulis yang diterima fajar.co.id, Minggu (7/6/2020).

Jika memang kenaikan iuran listrik disengaja, Legislator PKS itu menyebut seakan-akan PLN merampok uang rakyat melalui tagihan.

"Kita minta PLN segera memberikan jawaban ke publik. Jika kenaikan yang drastis ini karena disengaja, maka kita sayangkan bahwa PLN seakan-akan merampok uang rakyat melalui tagihan. Apalagi ini di saat badai pandemi Covid-19 merusak ekonomi negara," tegas Syahrul Aidi.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...