Listrik Cekik Warga, Natalius Pigai Arahkan Kesalahan pada Jokowi

Natalius Pigai-- sumeks

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Gelombang protes warga mengeluhkan tagihan listrik di rumah mereka yang membengkak terus disuarakan. Banyak yang menduga bahwa PLN telah menaikan tarif listrik secara diam-diam.

Muncul pula dugaan bahwa PLN telah melakukan subsidi silang kepada pelanggan 450 VA dan 900 VA, dengan membebankan kepada konsumen daya yang lebih tinggi.

Salah satu yang mengecam tagihan listrik masyarakat melonjak adalah Eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. Dalam cuitannya di Twitter, Pigai menyebut kenaikan tarif listrik di tengah krisis ekonomi akibat pandemi sama saja mencekik masyarakat.

Pigai beranggapan saat pandemi seperti ini warga sedang terjepit secara ekonomi, daya beli merosot tajam, pendapatan menurun akibat maraknya PHK dan tutupnya sejumlah dunia usaha. Sehingga berakibat pada tingginya jumlah pengangguran dan rasio kemiskinan.

"Di tengah Pandemi Covid, Krisis Ekonomi, Daya Beli rakyat rendah, pendapatan menurun. Kemiskinan, pengangguran, kesulitan pangan. Listrik mencekik jantung Rumah Tangga," cuit Pigai, Jumat (6/6/2020).

Aktivis kemanusiaan asli Papua ini mengumbar kenyataan yang menimpa masyarakat bahwa kenaikan tarif listrik tersebut melonjak begitu dahsyat hingga 300 persen.

"1 Rumah hari ini tagihan 1 juta, bayar 3 juta," beber Pigai.

Sehingga ia menegaskan bahwa kebijakan ini tentu atas persetujuan Presiden Jokowi. Baginya fenomena ini wujud dari tumpulnya kepemimpinan Jokowi.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...