Pandemi Covid-19, FTI UMI Gelar Kolokium Keinsinyuran Keenam Secara Daring

Minggu, 7 Juni 2020 22:12

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (PSPPI FTI-UMI) menyelenggarakan kolokium keinsinyuran “The 6th Professional Engineering Program Colloquium” untuk mahasiswa Angkatan VII Semester Genap 2019/2020 pada Jumat-Sabtu, 5-6 Juni 2020 melalui platform salah satu aplikasi daring.

Kolokium Keinsinyuran dilaksanakan setiap semester sejak awal tahun 2017 dan saat ini merupakan kali keenam dilaksanakan dengan tema “Are Engineers Ready for the New Normal ?”.

Kolokium Keinsinyuran VI ini dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Zakir Sabara, dengan menghadirkan 2 Keynote Speaker pada pelaksanaan hari pertama, dan 3 keynote speaker pada hari kedua.

Pada hari Jumat, 5 Juni 2020, menghadirkan Ketua Umum Badan Kejuruan Teknik Pertambangan PII Pusat Latief Baky untuk kelas Kolokium PT. Freeport Indonesia, dan Ketua Umum Badan Kejuruan Teknik Industri PII Pusat Made Dana M. Tangkas untuk kelas kolokium PT. Pupuk Kalimantan Timur.

Sementara hari kedua, Sabtu, 6 Juni 2020, kolokium diselenggarakan dengan peserta dari kelas umum RPL (rekognisi pembelajaran lampau) dan peserta dari kelas reguler, dengan menghadirkan 3 keynote speaker yaitu, Ketua Umum Ikatan Sarjana Teknik dan Manajemen Industri yang juga Presiden Direktur PT. Immara Matra Indonesia, Faizal Safa, Lead Loss Provention Engineer Qatargas, Alvin Alfiyansyah, dan Andi Taufan Marimba Pengurus Pusat Badan Kejuruan Sipil PII Pusat.

Kolokium Keinsinyuran diikuti oleh 293 mahasiswa Angkatan VII dengan berbagai latar belakang pekerjaan keinsinyuran seperti professional, dosen, kontraktor hingga birokrat dengan sebaran peserta dari pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara hingga dari luar negeri.

“Pada Angkatan VII ini, FTI UMI bekerja sama dengan dua perusahaan BUMN dan perusahaan multinasional yaitu PT. Freeport Indonesia dan PT. Pupuk Kalimantan Timur dengan mengikutkan para engineer mengikuti pendidikan profesi insinyur di FTI UMI,” ujar Zakir.

Pada Angkatan VI lalu, Direktur Utama PT. Pupuk Kalimantan Timur, Bakir Pasaman turut menjadi mahasiswa Program Profesi Insinyur FTI UMI, selanjutnya pada Angkatan VII ini, Direktur Produksi PT. Pupuk Kaltim, Bagya Sugihartana, juga turut mengikuti Pendidikan insinyur yaitu Ardhin Twista Vice President Geo-Engineering PT. Freeport, dan Fridy Juwono Sekretaris Direktorat Industri Kimia, Tesktil, dan Aneka Kementerian Perindustrian. Ketua Umum Badan Kejuruan Teknik Industri PII Pusat yang juga Presiden Indonesia Otomotif Institut Made Dana M. Tangkas juga menjadi mahasiswa Profesi Insinyur di FTI UMI.

Kolokium VI berbeda dengan kolokium sebelumnya, yang biasanya dalam kondisi normal dilaksanakan di Makassar baik di kampus maupun di hotel, maka pelaksanaan kali ini dilaksanakan dengan metode daring dari berbagai lokasi termasuk peserta salah satu diaspora Indonesia yang bekerja di Qatar, menyempatkan diri presentasi pagi waktu makassar yang artinya dinihari di Qatar.

Keputusan melakukan presentasi kolokium daring karena adanya kebijakan pembatasan aktivitas berkumpul dalam masa pandemic covid-19. Walaupun dilaksanakan dengan kondisi keprihatinan karena pandemic covid-19 namun tidak menurunkan semangat mahasiswa untuk berpartisipasi.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhamadiyah Aceh Hafnidar, Dekan Fakultas Teknik Universitas Trisakti Prof. Indrajati, Wakil Rektor 1 Universitas Maranatha Bandung, Olga Catherina Pattipawaej, dan bahkan Rektor Universitas Gorontalo Edward Wolok tetap tampil mempresentasikan hasil karya keinsinyurannya di tengah aktivitas kesibukan memimpin fakultas masing-masing guna memenuhi salah satu kewajiban untuk mencapai gelar profesi insinyur.

Pada Kolokium VI ini juga menguji karya keinsinyuran peserta kelas regular yaitu Sentiyaki dari PT. Pertamina Lubricant. Sentiyaki merupakan calon insinyur pertama dari program reguler PSPPI FTI UMI.

Kolokium hasil karya keinsinyuran mahasiswa Angkatan VII ini dihadiri oleh tim penilai eksternal antara lain, Ricky Himawan Wargakusumah (Ketua Badan Kejuruan Kimia PII Pusat), Habibie Razak (Sekretaris Divisi Learning PII Pusat), Lukmanul Hakim (Pengurus Badan Kejuruan Kimia PII Pusat), Wahyu Hendrastomo (Pengurus BK Sipil PII), Hatta Yahya (Konsultan), dan penilai internal dari para dosen PSPPI UMI dari Fakultas Teknologi Industri dan Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia.

Wahyu Hendrastomo yang juga ASN di Kementerian Pekerjaan Umum menyampaikan apresiasi kepada Prodi Profesi Insinyur FTI UMI yang senantiasa melakukan terobosan dan inovasi sehingga kegiatan Pendidikan keinsinyuran tidak dirasakan mempersulit bahkan malah membahagiakan semua mahasiswa.

Pada akhir acara kolokium, Kaprodi PSPPI UMI, Andi Pawennari dan Sekprodi PSPPI UMI, Taufik Nur menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua mahasiswa untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan keinsinyuran kepada sivitas akademika.

Setelah mengikuti kolokium, para mahasiswa akan mengikuti yudisium dan penyumpahan insinyur secara daring pada pertengahan Juni 2020.

Penyumpahan insinyur akan dipimpin oleh Ketua Umum PII Pusat dan Dekan FTI UMI. Saat ini alumni PSPPI UMI berjumlah 491 orang dan akan menambahkan alumni sejumlah 293 orang sehingga total insinyur yang telah dihasilkan oleh PSPPI UMI hingga pelaksanaan Wisuda pada Juli 2020, akan berjumlah 784 insinyur. (ikbal/fajar)

Bagikan berita ini:
3
4
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar