Helikopter MI-17 Jatuh Lagi, Ini Permintaan Politisi PKS ke Menteri Prabowo dan Panglima TNI

Senin, 8 Juni 2020 09:39

MISI LATIHAN TERBANG: Tim gabungan BPBD Kendal bersama TNI dan Polri memadamkan api sebelum mengevakuasi korban helikopt...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kecelakaan yang dialami Helikopter MI-17 HA 5141 milik Penerbang TNI AD (Penerbangad) di Kendal, Jawa Tengah menjadi duka mendalam bagi masyarakat Indonesia, khususnya TNI di tengah pandemi Covid-19.

Diketahui, helikopter tersebut membawa 9 personel TNI dan sebanyak 4 personel TNI AD gugur dan 5 lainnya luka.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari pun menyampaikan duka mendalam atas kecelakaan tersebut.

“Saya sampaikan duka mendalam kepada keluarga prajurit yang gugur dan terluka. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan dan keikhlasan,” ungkap Kharis dalam keterangan persnya, Minggu (7/6/2020).

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan kecelakaan helikopter jenis ini merupakan yang kedua kalinya setelah tahun lalu jatuh di Papua.

Karenanya, Kharis meminta adanya investigasi menyeluruh dan secepatnya Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan laporan lengkapnya kepada DPR RI, khususnya Komisi I DPR RI.

“Bulan Juli 2019 Helikopter MI-17 Milik TNI AD juga jatuh di Papua dan kemarin di Kendal, Jawa Tengah ini jelas harus dilakukan investigasi menyeluruh dan serius karena TNI Kita banyak pakai Helikopter jenis ini, ” tegas legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah V itu.

Diketahui, Helikopter MI-17 merupakan buatan Rusia dan sebagai helikopter angkut milik TNI AD yang paling banyak dipakai dalam misi latihan maupun misi pengiriman logistik dan pasukan, selain itu , MI-17 tidak hanya untuk operasi militer, tapi ia kerap turun dalam operasi SAR atau menjangkau daerah-daerah terpencil Tanah Air.

Bagikan berita ini:
10
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar