Keluarga Pasien Bertindak Anarkis dan Ancam Paramedis, Ini Tindakan Tegas Kapolda Sulsel

Senin, 8 Juni 2020 14:32

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe saat memberikan keterangan pers di Sekretariat IDI Makassar. (Endra/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe berjanji akan mengusut tuntas sejumlah perkara dalam penanganan Covid-19 di Makassar.

Selama sepekan terakhir sejumlah insiden penanganan Covid-19 di Makassar menjadi sorotan nasional. Mulai dari ‘penculikan’ jenazah berstatus positif Covid-19, insiden perlawanan seorang perempuan yang nekat menaiki mobil ambulans lantaran tak terima ibunya ditetapkan sebagai PDP.

Dan yang teranyar adalah warga yang beramai-ramai satu suara menolak jalani rapid test dengan beragam alasan mulai takut data dimanipulasi, enggan isolasi jika reaktif, hingga menganggap rapid test hanya lahan bisnis.

“Kami sedang menyelidiki keluarga yang mengambil jenazah. Keluarganya sudah kami mintai keterangannya. Tinggal menunggu hasilnya. Sejauh ini masih saksi. Bukan tidak mungkin akan menjurus ke tersangka,” terang Guntur saat jumpa pers di Kantor IDI Makassar, Senin (8/6/2020).

Kapolda pun dalam kesempatan itu meyakinkan tenaga kesehatan untuk tetap bekerja profesional, bersikap tenang meski berbagai rintangan dari berbagai arah sedang menghadang.

“Kami yakinkan tim medis bekerja saja sesuai tugasnya. Banyaknya hoaks dan ancaman, jangan dihiraukan. Yang mengganggu konsentrasi tenaga medis yakin lah kami polda akan mencari pelaku, akan kami proses tuntas atas orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Kekhawatiran tenaga medis yang bertugas melayani pasien yang semakin anarkis terutama keluarga beberapa hari terakhir, menurut Guntur adalah cobaan dan ujian semata.

Komentar