Ragam Hukuman Saat Bawa Kabur Jenazah, Mulai Lima Tahun Hingga Seumur Hidup

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Sanksi tegas menanti di tengah maraknya jenazah PDP dibawa kabur keluarganya. Warga yang tersulut emosi, juga kadang membahayakan petugas yang berjaga saat beraksi.

Selain bawa kabur jenazah keluarganya dari rumah sakit, membawa senjata tajam, melawan petugas keamanan dan medis punya aturan yang tegas dan berat bagi pelanggarnya.

"Seandainya membawa senjata tajam seperti busur, ancaman hukumannya seumur hidup berdasarkan UU Darurat Nomor 51. Karena membahayakan orang lain," tegas Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan, Senin (8/6/2020).

"Melakukan penganiayaan, ancaman hukuman lima tahun penjara. Mengeroyok petugas juga ancamannya tujuh tahun," sambung perwira berpangkat tiga bunga ini.

Semuanya dikenakan pasal berlapis bagi pelanggarnya. Selain itu, melakukan pengrusakan terhadap instalasi milik negara, juga terancam dengan tujuh tahun penjara.

"Semuanya pasal berlapis," teganya.

Hal itu ditegaskan oleh pihak Polrestabes Makassar, soal maraknya aksi bawa kabur jenazah berstatus PDP dari rumah sakit. Massa menolak jenazah keluarganya dimakamkan sesuai protokol penanganan Covid-19.

Penyebab meninggalnya keluarganya tersebut, mereka anggap karena penyakit bawaan. Bukan akibat dari penularan virus dari China tersebut.

Beberapa rumah sakit rujukan yang salah satu jenazahnya pernah dibawa kabur oleh sanak keluarganya. Diantaranya di RS Dadi, RS Labuang Baji, dan terakhir di RS Stella Maris.

Mereka berhasil membawa kabur jenazah keluarganya dalam jumlah yang besar, dan kalah banyak dengan aparat yang berjaga-jaga di rumah sakit.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan