Serangan Politisi Demokrat ke Jokowi, Bicara Pemakzulan hingga Pelanggaran HAM di Papua

Senin, 8 Juni 2020 11:47

Keluarga AHY ketika bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo. (IST)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Sebagai partai yang berada di luar lingkaran istana, Demokrat terus memberikan kritikan atas kebijakan yang diambil Presiden Joko Widodo.

Terbaru soal kondisi yang terjadi di Papua. Politisi Demokrat, Rachland Nashidik mengungkapkan rezim Jokowi kembali melakukan tindakan represi di Bumi Cenderawasih.

” Tapol atau tahanan politik, atau “prisoner of conscience”, adalah warga yang dibui karena perbedaan pandangan dengan pemerintah. Presiden Habibie pada 1998 membebaskan tapol dan mengakhiri praktek represi berusia puluhan tahun itu. Siapa sangka kini di era Jokowi dimulai lagi,” kata Rachland di akun Twitternya, Senin (8/6/2020).

Dia lantas menyebutkan rentetan penyelesaian masalah di Papua yang dilakukan oleh beberapa presiden. Mulai dari era Habibie Gus Dur, hingga Jokowi.

“Habibie akhiri Daerah Operasi Militer di Papua. Gus Dur, dalam pencarian solusi damai, ijinkan pengibaran bendera Bintang Kejora. Setelah Megawati berkuasa, 2001, Theys Eluai dibunuh. Solusi damai kembali di era SBY. Di era Jokowi? Operasi militer kembali diberlakukan di Papua,” sebutnya.

Mantan Wasekjen DPP Demokrat ini menyebutkan Presiden Jokowi tahun 2015 pernah memberi grasi dan membebaskan lima kombatan OPM pelaku serangan ke gudang senjata di markas Kodim Wamena pada 2003.

“Lalu kenapa tahun 2020, kenapa Jokowi biarkan mahasiswa Papua didakwa separatis dan dibui belasan tahun hanya karena aksi protes damai menentang rasisme?” tanyanya.

Bagikan berita ini:
6
2
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar