Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo Satu Suara Setop PSBB

Senin, 8 Juni 2020 09:50

pengamanan PSBB Surabaya Raya Tahap III. (DOK/JAWAPOS)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik menyatakan ingin mengakhiri penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) setelah dua kali perpanjangan. Pelaksanaan kebijakan itu ditujukan untuk mengendalikan persebaran Covid-19.

Pemimpin Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik sepakat mengajukan usul untuk tidak memperpanjang PSBB dalam rapat evaluasi PSBB Surabaya Raya yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi dari Minggu (7/6) malam hingga Senin (8/6) dini hari.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto setelah memaparkan evaluasi penerapan PSBB tahap I hingga III di wilayahnya mengemukakan usul untuk mengakhiri pelaksanaan kebijakan tersebut dan memulai masa transisi menuju fase normal baru. ”Kami juga komitmen untuk meningkatkan protokol kesehatan. Meski tidak ada PSBB, tapi tetap ada aturan yang akan kami terapkan demi memutus mata rantai Covid-19,” kata Sambari seperti dilansir dari Antara pada Senin (8/6).

Pelaksana Tugas Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin setelah memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan PSBB di wilayahnya juga mengusulkan penghentian pelaksanaan kebijakan tersebut. ”Kami memiliki rekomendasi kebijakan pasca PSBB tahap III di wilayah Kabupaten Sidoarjo, yaitu usul pencabutan PSBB, kemudian menerapkan masa transisi new normal (normal baru),” kata Nur Ahmad Syaifudin.

Dia menambahkan, meski menginginkan penghentian PSBB, pemerintah daerah tidak akan melonggarkan penerapan protokol pencegahan Covid-19 serta upaya-upaya untuk menanggulangi penularan penyakit tersebut.

Komentar