Setelah Cegat Ambulans, Keluarga dari Manado Hendak Kunjungi Makam Ibunya di Maccanda

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Andi Baso Ryadi Mappasulle bersama anaknya, Andi Arni Esa Putri, masih belum bisa menerima kejadian yang ia alami di RS Bhayangkara, Kota Makassar, beberapa waktu lalu.

Almarhumah istrinya, Nurhayani Abram, meninggal dunia karena penyakit stroke, namun dimakamkan sesuai protokol penanganan Covid-19. Pemakaman dilakukan di Maccanda, Kabupaten Gowa oleh Tim Gugus.

Hari ini, Selasa (9/6/2020), pihaknya akan menjemput anaknya yang baru saja bertolak dari Kota Manado ke Kota Makassar untuk mengunjungi makam ibu tercintanya. Anaknya itu bernama Andi Amelia. Berselang beberapa hari kemudian, mereka akan menuju pemakaman khusus pasien Covid-19 untuk berziarah.

“Anak saya dari Manado yang baru bisa pulang. Anak saya ini tidak melihat Ummi (ibunya) meninggal duna,” kata Andi Baso Mappasulle saat dihubungi Fajar.co.id.

Andi Amelia adalah salah satu anak mendiang Nurhayani. Dia adalah anak kedua dari empat bersaudara yang selama ini sedang kuliah di Universitas Sam Ratulangi, Manado, Jurusan Biologi.

Menurut dia, segala resiko akan dia hadapi saat akan berusaha datang menziarahi makam almarhumah, meski ada aparat TNI dan polisi yang berjaga-jaga di sekitaran lokasi pemakaman.

Andi Baso dan Andi Arni hingga saat ini masih berupaya dan berharap, jenazah Nurhayani dipindahkan ke pemakaman keluarga di Kabupaten Bulukumba. Meski telah bermohon dengan mengirimkan surat ke Tim Gugus, harapan permintaannya untuk diterima masih besar.

  • Bagikan