Anggaran Pupuk Subsidi Dikurangi, Petani Mesti Terdata di eRDKK

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pertanian menegaskan jika tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi di Tanah Air. Kondisi yang terjadi, anggaran untuk pupuk bersubsidi memang dikurangi pemerintah pusat. Sehingga secara otomatis alokasi juga berkurang.

Penegasan itu disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Menurutnya, Kementerian Pertanian tetap mendistribusikan pupuk sesuai dengan kebutuhan petani.

“Kita tidak mencari alasan, tapi memang anggaran untuk pupuk subsidi dikurangi. Namun, Kementerian Pertanian tetap maksimal dalam mendistribusikan pupuk. Apalagi kita sedang menggerakan percepatan tanam untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Jadi tidak mungkin pupuk kita tahan,” tutur Mentan SYL, Rabu (10/06/2020).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, menjelaskan bahwa pendistribusian pupuk subsidi dilakukan dengan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK) agar lebih tepat sasaran.

“Dengan berkurangnya anggaran, Kementan harus mendistribusikan pupuk subsidi agar lebih tepat sasaran. Petani yang mendapatkan pupuk subsidi adalah yang tercatat di eRDKK sesuai pengajuan yang diterima Kementan. Jadi sudah tidak bisa sembarangan lagi, semua berdasarkan pengajuan yang tercatat di eRDKK” jelasnya.

Secara keseluruhan realisasi pupuk bersubsidi sampai 7 Juni 2020 sudah mencapai 51,03%. Atau sebanyak 4.056.870 ton pupuk telah direalisasikan dari total alokasi 7.949.303 ton untuk tahun ini.

Rinciannya, untuk pupuk Urea dari alokasi 3.274.303 ton untuk satu tahun, realisasinya sudah mencapai 1.876.127 ton, SP-36 dari alokasi 500.000 ton, sudah teralisasi 313.943 ton, ZA yang dialokasikan 750.000 ton, realisasinya mencapai 375.555 ton.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan