Pembunuhan Qasem Soleimani, Iran Eksekusi Mata-mata CIA dan Mossad

Qasem Soleimani --afp

FAJAR.CO.ID, TEHERAN — Pada 3 Januari, serangan pesawat tak berawak AS yang diperintahkan Presiden Donald Trump, menewaskan Qasem Soleimani dan komandan milisi Syiah Abu Mahdi Muhandis saat berada di mobil ketika berada di Bandara Internasional Baghdad.

Juru Bicara Kehakiman Iran mengumumkan bahwa seorang warga negara Republik Islam, yang diduga memberikan informasi kepada Central Intelligence Agency (CIA) tentang keberadaan almarhum jenderal top Iran, akan dieksekusi.

“Mahmoud Mousavi-Majd, salah satu mata-mata untuk CIA dan Mossad telah dijatuhi hukuman mati. Dia menginformasikan keberadaan martir Qasem Soleimani kepada musuh-musuh kami,” ” kata Gholamhossein Esmaili dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pada hari Selasa dilansir iranian, Rabu, 10 Juni.

Pengumuman itu muncul setelah majalah Newsweek mengutip beberapa sumber tanpa nama mengatakan, pada akhir Maret bahwa hanya sedikit orang yang tahu tentang pembunuhan Soleimani oleh pesawat AS MQ-9 Reaper di Irak awal tahun ini.

Menurut sumber, pembunuhan Soleimani dilakukan dalam kerahasiaan sedemikian rupa. Bahkan satelit mata-mata militer AS sendiri yang disebut “sarana teknis nasional” (NTM), tidak tahu tentang posisi drone.

Salah satu sumber mengklaim tidak ada trek GPS pada MQ-9 Reaper saat menuju ke Bandara Internasional Baghdad, juga tidak ada indikasi penerbangannya diberikan ke sistem radar yang ditugaskan untuk mengidentifikasi pesawat yang ramah.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR