Alamak! Terkejut Tagihan Listrik Naik 10 Kali Lipat, Harus Bayar Rp20 Juta

KOMPLAIN: Pelanggan mendatangi kantor PT PLN (Persero) Rayon Pamekasan di Jalan Kesehatan, Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Kota Pamekasan, Selasa (6/2). (PRENGKI WIRANANDA/Radar Madura/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JATIM -- Seorang warga pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Malang, Teguh Wuryanto terkejut bukan main melihat tagihan listriknya pada Mei 2020, sebesar Rp20 juta lebih.

Tagihan listrik di Mei 2020, lalu naik 10 kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya. Teguh mengatakan biasanya tagihan listrik tidak lebih dari Rp2 juta.

Misal tagihan di Februari 2020 sebesar Rp2 juta lebih, lalu di Maret 2020 sebesar Rp900 ribu lebih, dan di April 2020 sebesar Rp1 juta lebih.

"Logikanya tidak mungkin bisa sampai tagihan segitu. Apa yang saya gunakan. Akhirnya harus dibayar, kalau tidak, kita diminta protes ke ke Jakarta (kantor PLN Pusat). Karena tagihan sudah keluar dan harus dibayar," keluhnya.

Beban listrik Teguh masuk kategori industri 2 yakni antara 14 kVA - 200 kVA. Namun demikian, kata Teguh, selama masa pandemi corona ini penggunaan alat bengkel miliknya di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang menurun drastis.

Dia menduga, kenaikan tagihan listriknya disebabkan kebocoran setelah meteran listrik diganti ke meteran digital.

Seharusnya , kata dia, pihak PLN melakukan sosialisasi lebih dulu sebelum mengganti alat kapasitor menjadi meteran digital.

“Harusnya disurvei dulu. Kalau kapasitor saya rusak dan meteran digital sensitif. PLN jangan asal ganti saja,” katanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...