Hadirkan Pemimpin Berkualitas, PKS Ingin PT 5 Persen

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Polemik pembahasan draf UU Pemilu terus mengemuka. Terutama dalam pembahasan presidential dan parliamentary Threshold.

PKS menginginkan untuk ambang batas suara pencalonan presiden dan ambang batas suara parlemen disamakan, yakni lima persen.

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengatakan, pihaknya mengajukan sejumlah usulan sekaligus catatan atas isu-isu krusial dalam draf RUU Pemilu.

Fraksi PKS, ingin RUU Pemilu ke depan menghadirkan demokrasi yang naik kelas untuk menghadirkan pemimpin yang semakin berkualitas. Rakyat semakin cerdas sebagai pemilih.

“Sejumlah pijakan yang menjadi dasar catatan PKS, antara lain pentingnya demokrasi yang semakin terlembaga, penguatan representasi/keterwakilan, hadirnya pemimpin berkualitas, dan penguatan agenda reformasi terutama amanat anti-KKN atau politik bersih,” ujar Jazuli kepada wartawan, Kamis (11/6).

Fraksi PKS juga menyampaikan sejumlah usul resmi terhadap sejumlah isu krusial. Pertama, sistem pemilu proporsional terbuka. Tidak ada sistem yang ideal, tapi sistem pemilu proporsional terbuka yang selama ini berjalan lebih menjamin demokrasi dan memastikan representasi yang lebih kuat bagi rakyat.

Relasi konstituensi antara rakyat dan wakilnya lebih baik karena rakyat dapat memilih langsung siapa yang layak mewakilinya dan memperjuangkan aspirasinya. “Inilah semangat yang kita perjuangkan sejak reformasi 1998,” kata Jazuli.

Fraksi PKS menyadari efek negatif dari berbagai sistem pemilu (terbuka atau tertutup). Yakni, praktik politik uang atau jual beli suara. Untuk itu, yang perlu ditekankan dalam pemilu adalah integritas pemilu dengan aturan politik yang tegas. Semua itu untuk mengantisipasi adanya politik uang.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan