Dituntut Mati karena Bunuh Suami dan Anak, Aulia Kesuma Menangis Minta Maaf

Jumat, 12 Juni 2020 15:12

ILUSTRASI: Aulia Kesuma dan anaknya, Geovanni Kelvin usai menjalani sidang kasus pembunuhan berencana di PN Jakarta Sela...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Terdakwa kasus pembunuhan berencana suami dan anak tirinya, Aulia Kesuma, 45, menangis terisak-isak membacakan pembelaannya dalam sidang secara telekonferensi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (8/6). Selama kurang lebih 10 menit Aulia menyampaikan nota pembelaannya.

Aulia mengakui perbuatannya, meminta majelis hakim untuk mempertimbangkan hukumannya mengingat dirinya memiliki seorang anak berusia empat tahun, buah dari pernikahannya dengan korban Edi Candra Purnama alias Pupung. “Saya memohon yang mulia, saya memiliki anak, saya mengaku salah, telah membunuh suami saya, saya minta maaf,” kata Aulia dengan terisak-isak.

Aulia menyebutkan, anaknya sudah yatim karena ayahnya meninggal dunia, jika dirinya dipenjara maka anaknya juga akan kehilangan peran orang tua di masa pertumbuhannya. Ibu tiga anak tersebut juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan bertobat nasuha, benar-benar menyesali perbuatannya.

Penyesalan serupa juga disampaikan Geovanni Kelvin Oktavianus, putru sulung Aulia Kesuma, yang menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf kepada keluarga korban. Kevin mengaku masih punya tanggungan hidup yakni mengurus neneknya yang masih hidup.

“Karena saya juga jadi tulang punggung keluarga. Saya juga minta maaf kepada keluarga korban, dan menyesali perbuatan saya,” kata Kelvin dari Rutan Cipinang.

Diketahui, Aulia Kesuma dan putranya Geovanni Kelvin Oktavianus dituntut hukuman mati atas perkara pembunuhan berencana yang dilakukannya.

Bagikan berita ini:
5
9
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar