Dituntut Mati karena Bunuh Suami dan Anak, Aulia Kesuma Menangis Minta Maaf

Jumat, 12 Juni 2020 15:12

ILUSTRASI: Aulia Kesuma dan anaknya, Geovanni Kelvin usai menjalani sidang kasus pembunuhan berencana di PN Jakarta Sela...

“Karena saya juga jadi tulang punggung keluarga. Saya juga minta maaf kepada keluarga korban, dan menyesali perbuatan saya,” kata Kelvin dari Rutan Cipinang.

Diketahui, Aulia Kesuma dan putranya Geovanni Kelvin Oktavianus dituntut hukuman mati atas perkara pembunuhan berencana yang dilakukannya.

Kasus pembunuhan berencana terhadap Edi Candra Purnama, 54, alias Pupung Sadili dan anak Muhammad Adi Pradana, 24, terjadi akhir Agustus 2019, saat tersangka Aulia terdesak hutang oleh pihak bank yang pada akhirnya Aulia memiliki niat untuk menghabisi atau membunuh Pupung dan anak tirinya.

Aulia membunuh suami dan anak tirinya dengan cara diracun terlebih dahulu, lalu dimasukkan ke dalam mobil dengan maksud dibuang dan dibakar sebelum diterjunkan ke jurang di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam aksinya Aulia dibantu oleh putranya Geovanni Kelvin Oktavianus, serta dua orang eksekutor yang dibayar untuk menghabisi nyawa suami beserta anak tirinya yakni Kusmanto dan Muhammad Nursaid. Selain itu, juga ada tersangka lainnya Karsini, Rody Saputra Jaya dan Suprianto yang ikut membantu Aulia merencanakan pembunuhan. (jpc/fajar)

Bagikan berita ini:
6
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar