Isu Kapolri Bolehkan Jemput Jenazah PDP Corona, Begini Tanggapan Polda Sulsel

Jumat, 12 Juni 2020 22:06

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Ibrahim Tompo

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Sejumlah warga Kota Makassar termakan isu yang menyebutkan Kapolri memperbolehkan penjemputan jenazah pasien dalam pemantauan (PDP) virus corona. Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Ibrahim Tompo, menegaskan, isu itu sama sekali tidak benar.

Ibrahim mengingatkan masyarakat agar tidak lagi menjemput paksa jenazah PDP corona.

“Beredar isu miring tentang Surat Telegram Kapolri yang membolehkan keluarga mengambil jenazah PDP COVID-19. Isu itu sama sekali tidak benar,” tegas Ibrahim kepada JPNN, Jumat (12/6).

Ibrahim menjelaskan, Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1618/VI/Ops.2/2020 tanggal 5 Juni 2020 yang ditandatangani oleh Kabaharkam Polri itu meminta para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda, dan Kaopsres Opspus Aman Nusa II 2020 untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit rujukan untuk segera melaksanakan tes swab terhadap pasien yang berindikasi gejala COVID-19.

Selain itu, Ibrahim juga menjelaskan bahwa telegram tersebut juga meminta jajaran polda bekerja sama dengan pihak rumah sakit rujukan, untuk memperjelas status terhadap pasien apakah COVID-19 atau bukan.

Kabid humas menambahkan, Surat Telegram Kapolri itu juga berisi penegasan terhada perlakuan jenazah COVID-19, baik persemayaman dan pemakamannya harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan pakai masker dan jaga jarak

“Kami menyayangkan adanya pemberitaan yang menyalah artikan isi telegram. Ini bisa menimbulkan polemik, karenanya, mari kita mengedukasi masyarakat dengan baik agar tidak menyesatkan dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” tandas Ibrahim. (cuy/jpnn)

Bagikan berita ini:
3
10
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar