Sebut Anies Kocak, Ferdinand: Saya Belum Pernah Lihat Gubernur Ini Turun ke Lapangan

Jumat, 12 Juni 2020 14:32

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan Jakarta masuk PSBB masa transisi. (Dok Diskominfotik DKI Jakarta)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean tak pernah lelah melontarkan kritik pedas kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ferdinand seolah gemas melihat lonjakan penularan Covid-19 di Jakarta justru dibarengi dengan gencarnya Gubernur Anies memoles citra baik dirinya.

Yang terbaru saat Pemprov DKI menerapkan PSBB Transisi dimana salah satu aturannya adalah pemberlakuan ganjil-genap untuk kendaraan roda empat dan roda dua pada masa transisi ini.

Menurut Ferdinand aturan ganjil genap justru kontras dengan anjuran lainnya yakni menghindari angkutan umum demi menekan laju persebaran Covid.

“Salah satu anjuran Pemprov @DKIJakarta adalah menghindari angkutan umum utk membatasi penularan covid. Tp ironisnya, ganjil genap malah diberlakukan,” tulis Ferdinand di laman Twitter, Kamis (11/6/2020).

Ia menilai aturan yang dibuat Pemprov sangat tidak selaras dengan anjuran gubernurnya. “Kebijakan yang tidak selaras antara anjuran dengan keputusan. Gubernur kocak..!!” ketus dia.

Sindiran terus dilancarkan Ferdinand dengan menyebut Anies hanya jagoan podium yang hampir tidak pernah terjun ke lapangan melihat langsung kondisi warganya.

“Saya belum pernah melihat Gubernur ini turun ke lapangan, turun ke warga secara langsung, turun mengendalikan pergerakan warga agar tidak berkerumun. Kalaupun ada beritanya di TV pasti di belakang podium atau di ruangan kantor. Setidaknya itu yang saya lihat.!” lanjutnya.

Maka tak heran kinerja buruk Gubernur Anies diikuti dengan melonjaknya angka positif Corona di Jakarta, Ferdinand pun menganggap DKI sia-sia menerapkan PSBB, yang mana kegagalan tersebut dikamuflase dengan tata kata diceritakan sebagai kesuksesan sang gubernur ke pihak asing. Padahal kenyataannya tidak seperti yang diceritakan.

Bagikan berita ini:
1
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar