CJH Tidak Ambil Bipih, Kemenag: Kita ada Nilai Manfaat atau Bunga

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Anwar Abubakar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Bersamaan dengan keluarnya kebijakan pembatalan keberangkatan jemaah haji tahun 2020 ini, jemaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun ini akan menjadi jemaah haji 1442 Hijriah atau 2021 Masehi.

Diketahui bagi para calon jemaah haji (CJH) yang batal berangkat pada tahun 2020 dapat mengambil biaya perjalanan ibadah haji maupun disimpan dan dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Kendati demikian, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Anwar Abubakar mengaku bagi CJH yang tetap menyimpan Bipihnya akan mendapatkan nilai manfaat atau bunga.

“Bagi CJH kita yang tetap menyimpan tidak mengambil maka pada saatnya nanti ada istilahnya nilai manfaat yang akan dikembalikan kepada jemaah haji 30 hari sebelum keberangkatan, nilai manfaat ini pada umumnya sama seperti bunga,” ucapnya pada Fajar.co.id

Lebih jauh, Anwar menjelaskan nilai manfaat yang didapat para calon jemaah haji hanya dikhususkan bagi yang menyimpan biaya perjalanan ibadah hajinya.

“Beda kalau jemaah kita mengambil secara keseluruhan, kan ada setoran awal, ada penulasan. Setoran awal 25 juta kalau jemaah kita setoran awalnya pun dia tarik maka kuotanya batal jadi selanjutnya harus mendaftar ulang lagi. Jadi kuotanya batal kalau dia tarik semuanya tapi kalau hanya biaya pelunasannya saja tidak masalah,” bebernya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar