Ironi Kasus Novel, Jansen Sitindaon: Mau Ditaruh di Mana Muka Sarjana Hukum ini Pak Jaksa?

Sabtu, 13 Juni 2020 10:25

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Wasekjend DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon turut bersuara dengan tuntutan hukuman pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut dua orang terdakwa pelaku penyiram air keras, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis terhadap Novel Baswedan dengan pidan satu tahun penjara.

Terdakwa dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan penganiayaan berat dengan perencanaan terlebih dahulu sehingga menyebabkan Novel mengalami luka berat pada bagian wajah dan matanya. Perbuatan itu dilakukan karena terdakwa menganggap Novel telah mengkhianati institusi Polri.

Menanggapi tuntutan satu tahun tersebut, Jansen Sitindaon merasa malu sebagai sarjana hukum tak habis pikir dengan tuntutan JPU tersebut. Menurut Jansen, harga yang dibayar pelaku penyiraman tak sebanding dengan kerugian yang dialami Novel sebagai korban.

“Mau ditaruh dimana muka kita para Sarjana Hukum ini pak Jaksa? Terbungkam mulut kita tak bisa jelaskan tuntutan 1 thn ini,” cuit Jansen di Twitter, Jumat (12/6/2020).

“Harga bola mata saja sdh berapa. Cacat seumur hidupnya. Belum geger nasionalnya bertahun-tahun dll. “Lama-lama orang berpikir lebih baik gantian Novel nyiram saja,” sindirnya kemudian.

Sebagai lulusan Fakultas Hukum, Jansen percaya keadilan itu belum mati dan akan tetap ada di pengadilan. Ia pun berharap hakim mengabaikan tuntutan jaksa dan tetap pada jalur keadilan.

Bagikan berita ini:
6
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar